Wasiat Guru Sekumpul dalam Mendidik Anak

Mendidik anak tentu tidak bisa dikatakan sebagai tugas orang tua yang mudah, bahkan bisa dikatakan mendidik anak sejak balita merupakan tugas orang tua yang paling sulit, karena di usia ini, seorang anak masih ingin bebas melakukan apapun dan akan sangat sulit diatur.

Dari sinilah kemudian orang tua memiliki cara yang berbeda-beda dalam mendidik anak. Ada orang tua yang memilih mendidik anaknya dengan penuh kesabaran, membiarkan sang anak melakukan apapun namun tetap memberikan pengawasan, namun tak sedikit pula orang tua yang memilih mendidik anaknya dengan keras dalam artian cenderung marah-marah atau tak segan melibatkan kekerasan seperti menjewer, memukul, atau membentak dengan anggapan dengan cara itulah sang anak akan mudah untuk diatur.

Baca juga: Perbedaan Pendapat Imam Malik & Imam Syafi’i Tentang Rezeki

Padahal salah dalam mendidik anak, justru akan sangat berdampak buruk bagi masa depan sang anak, maka dalam hal ini, salah satu ulama besar dari Kalimantan, yang namanya telah mahsyur di dunia Islam, KH Muhamad Zaini Abdul Ghani atau akrab disapa Guru Sekumpul memberikan wasiat tentang bagaimana seharusnya mendidik anak.

1. Jangan sering dibuat menangis
Kalau anak sering menangis atau bersedih, maka otaknya akan sempit ( tidak mau pintar ), buatlah anak anak kita selalu gembira.
2. Anak kecil itu seperti wali ( tidak pernah berbuat dosa)
Kenapa anak anak kita sering sakit ?
Sebab dia memikul dosa orang tuanya ( ayah dan ibu ) yang belum bertaubat kepada Allah SWT.
Bisa karena dosa yang disengaja atau dosa yang tidak disadari dan jangan sampai kita termasuk orang tua yang tega terhadap anak kita sendiri.
Jika seperti itu …
Sebaiknya kita segera bertaubat kepada Allah SWT dan banyak banyak mengingat Allah SWT ( Istighfar ).

3. Jangan memuji anak dengan pujian yang berlebihan
Karena kalau anak sering di puji, maka akan berakibat anak memiliki sifat sombong atau besar kepala.
4. Ingin menjadikan anak kita orang yang alim
  • Carilah pekerjaan yg halal ( berkah ).
  • Arahkan anak-anak ke sekolah agama.
  • Carikan guru yang jelas ( faseh ) karena anak anak kita tentunya akan mengikuti gurunya.
  • Jagalah makanannya yg benar-benar halal.
  • Carikan pergaulan dg teman-teman yg baik.
  • Kenalkan dan cintakan serta bawa anak-anak kita ke orang-orang sholeh/alim.

Baca juga: Perbedaan Pendapat Imam Malik & Imam Syafi’i Tentang Rezeki

Semoga kita termasuk orang-orang yang mau mengamalkan apa yang telah di wasiatkan oleh Guru Sekumpul dan semoga anak turun kita akan menjadi anak-anak yang alim, sholeh dan sholehah yang kelak akan dikumpukan di akhirat bersama Rasulullah SAW, Para ulama’ dan auliya’.

Tinggalkan Balasan