cinta kepada beliua rasulillah

Tanda Orang yang Cinta Kepada Beliau Rasulillah SAW

Ingat kepada Beliau Rasulillah SAW ini merupakan ibadah, Dzikrul Ambiya’ minal ibadah, ingat kepada para ambiya’ termasuk ibadah.

 

Oleh: K. Nafihuzzuha, M.Sy*

Telah ditulis oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari Tebuireng, termasuk ulama diantara ulama yang mendirikan organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Ada beberapa tanda orang yang cinta kepada Beliau Rasulillah SAW. Yang pertama ini al i’tiba fii jami’i ahwalihi, mengikuti apa yang telah dilakukan oleh beliau Rasulillah SAW.

Kita tahu bahwa Rasul ini mempunyai sifat empat yaitu Sidiq, Amanah, Tabligh, Fatonah. Jujur, Amanah, Tabligh, mau menyampaikan. Jadi para pengamal (pengamal Sholawat Wahidiyah) diharapkan juga tabligh, mau menyampaikan kepada masyarakat tentang kebenaran, tentang Sholawat Wahidiyah dan ajaran ini, dan juga fatonah.

Paling tidak kita berusaha untuk itba’, meniru menjadi orang yang jujur, amanah, tabligh, dan fatonah, minimal itu.

Kemudian yang kedua Kasrotu dzikrihi, yaitu banyak ingat kepada Beliau Rasulillah. Disitu  disitir (dikutip) oleh Syekh Hasyim Asy’ari, yaitu hadits Man ahabba syai’an aksara min dzikrihi, siapa yang mencintai sesuatu, ini tandanya banyak ingatnya pada apa yang dicintai itu.

Disitulah pengamal Wahidiyah dan masyarakat ini diajak oleh KH Abdul Madjid Ma’roef, Muallif Sholawat wahidiyah untuk selalu banyak ingat kepada Beliau Rasulillah SAW dengan memperbanyak Yaa Sayyidi Yaa Rasulallah dimanapun dan kapanpun berada, baik secara lisan maupun di dalam batin.

Ingat kepada Beliau Rasulillah SAW ini merupakan ibadah, Dzikrul Ambiya’ minal ibadah, ingat kepada para ambiya’ termasuk ibadah. Walaupun hadits ini kurang kuat, ada hadits yang mendukung ini yang lebih kuat, yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari Muslim, itu idza dhonnat udzun ahadikum fal yadkurni fal yushalli ‘alayya, apabila telingamu berdengung maka fal yadkurni, dawuhnya Beliau Rasulillah, maka ingatlah aku dan bershalawatlah kepadaku.

Baca juga: Perbedaan Pendapat Imam Malik & Imam Syafi’i Tentang Rezeki

Jadi ingat kepada Rasulillah SAW ini adalah syariat di dalam agama kita. InsyaAllah kalau Rasul itu ada di hati masyarakat, masyarakat akan kuat agamanya. Masyarakat yang kuat agamanya akan tercipta budi luhur, budi pekerti yang baik yang dilaksanakan oleh masyarakat itu, baik yang berkaitan Hablum minallah, hubungan dengan Allah SWT atau Hablum minannas, yang berkaitan dengan manusia atau hablum minal ‘alam, yang berkaitan dengan lingkungannya.

Mudah-mudahan semua masyarakat yang ada di Jawa Timur khususunya, dan yang ada di negara tercinta Indonesia ini menjadi orang-orang yang berbudi luhur dihadapan Allah SWT wa Rasulihi SAW dan kepada umat masyarakat.

*Pengasuh Pondok Al-Ahsan Karangan, Bareng, Jombang, Jawa Timur

Sumber: Sambutan DPP PSW MNS 50 PSW Jawa Timur

 

 

Tinggalkan Balasan