Syarat Sukses Meraih Surga Bagi Orang-Orang Yang Beriman

Pengajian Rabu Pagi 01 Mei 2019 M
Oleh: K. Muhammad Nafihuzzuha, M.Sy

Dalam pengajian pagi ini seperti biasanya di awali dengan bacaan Al-quran yang mana beliau K Muhammad Nafihuzzuha Membaca terlebih dahulu per ayat kemudian para santri menirukan. Kemudian beliau menjelaskan maksud dari ayat-ayat yang telah di baca tersebut.

Dalam pertemuan kali ini beliau menjelas beberapa ayat dari surah Al-Mukminun. Ayat demi ayat beliau jelaskan secara detail dan para santripun menyimak dan mendengarkannya dengan khidmah penjelasan-penjelasanyang di sampaikan. Kurang lebih isi dari penjelasan tersebut adalah sebagai berikut:

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,(QS. 23:1)

1) قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ
IMAN kepada ALLAH yang mencakup semua rukun-rukun iman yang 6. Dalam ayat ini Allah menjelaskan, bahwa sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman, dan sebaliknya amat rugilah orang-orang kafir yang tidak beriman, karena walaupun mereka menurut perhitungan banyak mengerjakan amal kebaikan, akan tetapi semua amalnya itu akan sia-sia saja di akhirat nanti, karena tidak berlandaskan iman kepada-Nya.

(Sesungguhnya) lafal Qad di sini menunjukkan makna Tahqiq, artinya sungguh telah pasti (beruntunglah) berbahagialah (orang-orang yang beriman). Dan siapakahyang di magsud orang-orang yang beriman dalam ayat ini,?
(yaitu) orang-orang yang khusyu dalam shalatnya,(QS. 23:2)

2) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ
KHUSYUK DALAM SALATNYA. Dalam ayat ini Allah SWT menjelaskan sifat yang kedua yaitu seorang mukmin yang berbahagia itu, jika salat benar-benar khusyuk dalam salatnya, pikirannya selalu mengingat Tuhan, dan memusatkan semua pikiran dan pancainderanya dan munajat kepada Allah SWT.

Dia menyadari dan merasakan bahwa seorang yang salat itu benar-benar sedang berhadapan dengan Tuhannya, maka oleh karena itu seluruh badan dan jiwanya diliputi kekhusyukan, kekhidmatan dan keikhlasan, diselingi dangan rasa takut dan diselubungi dengan penuh harapan kepada Tuhannya. Maka untuk dapat memenuhi syarat kekhusyukan dalam salatnya, harus memperhatikan tiga perkara.

a). Mengerti tentang bacaannya, supaya ucapan lidahnya dapat diikuti dengan pengertiannya, sesuai dengan ayat
أفلا يتدبرون القرآن أم على قلوب أقفالها
Artinya:
Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alquran ataukah hati mereka terkunci?. (Q.S. Muhammad: 24)

b). Ingat kepada Allah dan takut kepada ancaman-Nya, sesuai dengan Firman-Nya:

وأقم الصلاة لذكري
Artinya:
Dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku. (Q.S. Taha: 14)
c). Salat berarti munajat kepada Allah, pikirannya dan perasaannya harus selalu mengingat dan jangan lengah atau lalai. Para Ulama berpendapat bahwa salat yang tidak khusyuk sama dengar. tubuh tidak berjiwa. Akan tetapi ketiadaan khusyuk dalam salat tidak membatalkan salat, dan tidak wajib diulang lagi dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna.(QS. 23:3)

3) وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ
MENJAUHKAN DIRI DARI SETIAP PERBUATAN ATAU PERKATAAN YANG TIDAK BERGUNA.
Dalam ayat ini Allah SWT menjelaskan sifat yang ketiga, yaitu bahwa seorang mukmin yang bahagia itu ialah yang selalu menjaga waktu dan umurnya supaya jangan sia-sia. Sebagaimana ia khusyuk dalam salatnya, berpaling dari segala sesuatu kecuali dari Tuhan penciptanya, demikian pula ia berpaling dari segala perkataan yang tidak berguna bagi dirinya atau orang lain.

Ia selalu menjauhkan diri dari penipuan, kedzaliman, penghinaan kepada orang lain, korupsi, penyelewengan, menerima uang suap, pemborosan, penghamburan, penyalah gunaan uang yang dirumuskan dengan H.W.T yaitu: Harta, Wanita, dan Tahta (kedudukan). Mereka yakin, bahwa seluruh ucapan dan perbuatannya dicatat oleh Malaikat yang akan diperlihatkan kepada mereka nanti pada hari kiamat, dan dijadikan bahan untuk mengadili mereka sendiri.

Maka atas dasar perhitungan dan keyakinan itu mereka tidak mau mengerjakan apa saja yang tidak berguna bagi dirinya sendiri, bahkan hanya menimbulkan kerugian dan penyesalan.

Kekhusyukan dalam salat dapat berpengaruh kepadanya di luar salat ialah dengan berakhlak yang mulia dalam pergaulan sehari-hari meniru akhlak para Nabi dan para siddiqin.


Dari cuplikan pengajian pagi ini secara ringkas beliau K Muhammad Nafihuzzuha, M.Sy. menjelaskan beberapa syarat sukses meraih surga bagi orang-orang beriman: 1) Mengerjakan salat dengan khusyu’. 2) Menjauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak berguna. 3) Menunaikan zakat. 4) Menjaga kemaluan (tidak menyalurkan syahwat) kecuali kepada istri atau budak yang dimiliki. 5) Menunaikan amanah dan menepati janji. 6) Menjaga salat, baik yang terkait dengan syarat dan rukunnya ataupun yang terkait dengan konsekuensinya. Orang-orang Mukmin yang melaksanakan enam perkara tersebut, Allah akan wariskan kepada mereka surga Firdaus. Dan mereka kekal di dalamnya.

Tinggalkan Balasan

WhatsApp chat