Romantis Ala Gus Mus: Opor Ayam & Sambal Jeruk

Beliau merupakan dai yang aktif menyampaikan hikmah jenaka sarat makna, baik dalam bentuk tulisan, puisi, atau ceramah agama. Sosok bernama lengkap Ahmad Mustofa Bisri yang kerap dipanggil Gus Mus amat akrab dalam pendengaran kaum Muslimin.

Dalam kesempatan ceramahnya Gus Mus pernah mengisahkan salah satu episode cintanya dengan sang istri. Sebuah kisah yang penuh hikmah dan layak diketahui oleh kaum Muslimin yang mendambakan berkah dalam rumah tangga.

Gus Mus mengisahkan bahwa beliau menikah saat masih menimba ilmu di Mesir. Saat masih dalam masa-masa berkenalan, sosok Gus Mus yang piawai meramu kata serta-merta mampu membuat sang istri jatuh hati. Terpikat keromantisan Gus Mus.

Sepulang dari Mesir dan hidup berdua dengan istri tercinta terjadilah sebuah episode persembahan cinta oleh sang istri kepada suaminya, sang istri membuat sebuah masakan spesial. Opor ayam.

Saat itulah sang istri menggunakan dua kelapa untuk membuat santan opor ayam, yang tak lain bertujuan untuk membuat Gus Mus terkesan dengan masakannya. Tapi sayang, setelah opor ayam dihidangkan, Gus Mus justru hanya mencicipi satu sendok makan. Sang istri meradang, menangis tiada henti, lalu mengadu kepada ibu mertuanya, ibu kandung Gus Mus.

Mendengar menantunya mengadu, sang mertua hanya tersenyum lalu menyampaikan sebuah rahasia bahwa Gus Mus tidak terlalu menyukai masakan bersantan, Gus Mus lebih suka dengan sambal jeruk.

Istri Gus Mus mengikuti saran dari ibu mertuanya yang keesokan harinya segera menyajikan sambal jeruk kepada Gus Mus. Dan benar saja, sekalipun hanya sambal jeruk, Gus Mus malah makan berkali-kali.

Hikmah dari kisah Gus Mus tersebut ialah cintailah dengan cara orang yang dicintai, bukan dengan cara kita, dengan cara mengenal secara baik seseorang yang kita cintai tersebut. Sebab mencintai dengan cara kita sangat mungkin menimbulkan kesalahan, sebab yang dicintai belum tentu menyukai cara kita mencintainya.

Diakhir ceramahnya, Gus Mus mengajak untuk merenung. Saat kita mengakui mencintai Allah Ta’ala, hendaklah melakukan perbuatan-perbuatan yang benar-benar Dia cintai-Nya, bukan dengan cara kita. Sebab banyak kejadian, seorang hamba merasa melakukan perbuatan atas nama cinta kepada Allah Ta’ala, tapi dia justru mengundang Murka-Nya.

Jadi, romantis juga butuh ilmu.

Bagaimana menurut Anda? Semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda.

Sumber: keluargacinta.com/belajar-romantis-dari-gus-mus/

Tinggalkan Balasan

WhatsApp chat