mbah moen

Nasehat Mbah Moen: Mintalah 4 Hal Kepada Allah

Wafatnya KH Maimun Zubair atau akrab dipanggil Mbah Moen menjadi kehilangan besar bagi umat Islam. Beliau adalah sosok kyai yang sangat patut diteladani dengan segala sifat dan sikap kebajikannya. Beliau juga dikenal sebagai sosok kyai zuhud, sabar, penyayang, santun, tegas, banyak bersyukur, rendah hati dan bijaksana.

Beliau lahir pada 28 Oktober 1928 M, putra pertama Kyai Zubair Dahlan dan Nyai Mahmudah, putri dari Kiai Ahmad bin Syu’aib, yang tak lain adalah pendiri pesantren al-Anwar. 

Sebagi seorang pengajar, Kyai Zubair Dahlan, ayah Mbah Moen adalah sosok guru yang banyak melahirkan ulama di tanah air. Sekalipun Kyai Zubair Dahlan tak mempunyai pesantren sendiri, namun keilmuan Beliau tak hanya di akui di dalam negeri saja, tapi keilmuan Beliau juga diakui hingga ke luar negeri seperti di Negeri Jiran Malaysia.

Baca juga:

Atas keilmuan yang ada pada Kyai Zubair Dahlan itulah, maka  sejak kecil Mbah Moen dididik langsung oleh sang ayah, mempelajari berbagai macam ilmu. Bahkan saat masuk usia remaja Beliau sudah hafal berbagai kitab seperti kitab al-Jurumiyyah, al-Imrithi, Alfiyyah Ibnu Malik, Matan Jauharot Tauhid, Sullamul Munauroq, dan masih banyak lagi.

Tak sampai disitu, selanjutnya Mbah Moen menimba ilmu pada Mbah Manab Lirboyo, Kediri, yang kemudian saat usia Beliau menginak 21 tahun, Mbah Moen melanjutkan pendidikan ke Makkah. Disanalah Beliau mendapat banyak ilmu yang diajarkan oleh ulama-ulama besar Makkah seperti Sayyid Alawi bin Abbas al-Maliki, Syekh al-Imam Hasan al-Masysyath, Sayyid Amin al-Quthbi, Syekh Yasin Isa al-Fadani, Syekh Abdul Qodir al-Mandaly, dan lainnya.

Sepulang dari Makkah, tidak serta merta membuat Mbah Moen puas akan ilmu yang di dapatkan dari para ulama Makkah. Beliau terus memperdalam ilmu dengan kerap mengunjungi alim-ulama di seantero Jawa, mulai dari Kyai Baidhowi, Kyai Ma’shum, Kyai Bisri Musthofa, Kyai Abdullah Abbas Buntet, Syekh Abul Fadhol Senori dan masih banyak lagi alim ulama yang kerap Beliau kunjungi.

Selain apa yang ada pada Mbah Moen memang sangatlah pantas untuk dijadikan panutan. Beliau juga kerap memberikan nasehat sebagai pengangan hidup agar bahagia dunia hingga akhirat.

Melalui nasehat yang disampaikan Mbah Moen, bagi Beliau hidup di dunia ini sebenarnya tidak perlu menginginkan banyak hal. Beliau menyampaikan, cukup minta empat hal saja kepada Allah SWT.

“Nak, kalau minta kepada Allah Ta’ala tak usah banyak-banyak. Empat saja sudah cukup,” begitu kurang lebih nasehat yang pernah disampaikan Mbah Moen saat Beliau masih hidup.

Baca juga: 

Empat hal itu antara lain:

1. Minta kenikmatan hidup

2. Minta rezeki yang melimpah barokah

3. Minta keluarga tentram damai sejahtera

4. Minta keberuntungan dunia akhirat.

Dari nasehat yang pernah disampaikan Mbah Moen, semoga kita bisa menjadi salah satu yang dapat mengamalkannya, terlebih dapat meneladani cara hidup Beliau yang penuh dengan kebaikan kepada sesama. Dengan seperti itu hidup kita tidak hanya akan membawa kebaikan bagi diri pribadi kita, namun juga akan membawa kebaikan kepada orang-orang yang ada disetkitar kita.

Tinggalkan Balasan