Menumbuhkan Semangat Berorganisasi Melalui Diklat Pelajar Al-Ahsan

Satu tahapan terpenting pada perkembangan manusia adalah masa remaja. Jika seorang remaja tidak mendapatkan ruang yang tepat untuk mendapatkan pengalaman yang baik, bukan tidak mungkin seorang remaja akan berada dalam tempat yang salah.

Organisasi menjadi tempat atau ruang yang sangat positif dalam pengembangan kepribadian seorang remaja. Melalui organisasi seorang remaja akan memiliki tempat belajar untuk mendapatkan pengalaman yang positif.

Atas dasar itulah panitia Diklat Pelajar Al-Ahsan hari Rabu, 01 Mei 2019 mengundang Bapak M. Zainul Arifin, S.Pd.I dimana beliau adalah Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Pusat Penyiar Sholawat Wahidiyah (DPP PSW) untuk menyampaikan materi tentang keorganisasian PSW.

Penyiar Sholawat Wahidiyah (PSW) adalah satu-satunya lembaga khidmah (organisasi) yang didirikan oleh Muallif Sholawat Wahidiyah pada tahun 1964 untuk waktu yang tidak terbatas, ditugasi mengatur kebijaksanaan dan memimpin pelaksanaan serta bertanggungjawab mengenai pengamalan, penyiaran, pembinaan dan pendidikan Wahidiyah sesuai bimbingan Muallif.

Baca juga: Danramil Bareng Sampaikan Materi Bela Negara Dalam Diklat Pelajar Al-Ahsan

Penyampaian materi selama 2 jam, dari pukul 20.00 sampai 22.00 WIB tersebut, Beliau banyak menyampaikan berbagai hal terkait struktur DPC (Dewan Pimpinan Cabang) PSW, PSW Kecamatan dan PSW Desa.

Dalam struktur kepengurusan DPC PSW ada 5 (lima) ketua, dan salah satunya harus menjadi Ketua Koordinator. Disamping itu tugas MTC (Majelis Taqim Cabang) PSW yakni memberi nasihat, saran dan masukan kepada DPC PSW dan membentuk team mujahadah, adapun namanya bisa disebut team 7 atau team 17. Jelas Bapak Zainul saat menyampaikan materi kepada para peserta.

Pada PSW Kecamatan hanya ada seorang Ketua, seorang Wakil Ketua, seorang Sekretaris dan seorang Bendahara serta beberapa seksi.

Sedangkan tugas seorang Ketua adalah memanajemen maka perlu membuat Peta Organisasi (DPC PSW, PSW Kecamatan dan PSW Kelurahan/ Desa) perlu membuat Peta Organisasi yang meliputi Peta Jumlah Pengamal, Peta Keuangan, Peta Usbuiyah, Peta Wilayah Pengamal dll. Dan yang tak kalah penting senantiasa mengontrol dan membina pelaksanaan mujahadah-mujahadah yang ada di wilayahnya agar kegiatan penyiaran dan pembinaan di wilayahnya bisa berjalan. Tambahnya.

Diakhir penyampaian materinya beliau menegaskan satu syarat menjadi pengamal dan pengurus sesuai dawuh dari Beliau Muallif Sholawat Wahidiyah adalah mau.

2 thoughts on “Menumbuhkan Semangat Berorganisasi Melalui Diklat Pelajar Al-Ahsan

Tinggalkan Balasan

WhatsApp chat