Mengharap Ridho Allah, Mencari Berkah Pada Orang Shaleh

 

Berkah ialah “bertambahnya nilai kebaikan”. Berkah sering dijadikan tujuan hidup di samping mencari ridho Allah. Dengan bertambahnya nilai kebaikan dalam hidup tentunya akan membuat hidup kita menjadi semakin bahagia. 

Pentingnya mencari berkah juga sangat sering kita dengarkan baik dari seorang guru, ustadz, kyai dan orang tua kita sendiri agar dalam hidup yang kita cari adalah keberkahannya, karena segala sesuatu yang tidak berkah maka pada akhirnya hanya akan menjadi malapeta dalam kehidupan kita.

Baca juga: Teruslah Berdo’a dikala Susah Maupun Senang

Begitu juga saat kita mencari berkah pada orang shaleh. Meski tak dapat dipungkiri ada perbedaan pendapat tentang hal ini yang mana ada sebagian yang mengatakan boleh dan sebagian lainnya mengatakan tidak boleh. Namun selama berkah yang diharapkan tersebut ditujukan hanya kepada Allah atau meminta kepada Allah, dengan tidak ada maksud-maksud lainnya, maka hal itu diperbolehkan. Sedangkan orang shaleh hanya sebagai perantara saja terlebih orang yang dianggap shaleh tersebut telah terbukti keshalehannya.

Diriwayatkan dari Aisyah:

كَانَ إِذَا اشْتَكَى يَقْرَأُ عَلَى نَفْسِهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ وَيَنْفُثُ، فَلَمَّا اشْتَدَّ وَجَعُهُ كُنْتُ أَقْرَأُ عَلَيْهِ وَأَمْسَحُ بِيَدِهِ رَجَاءَ بَرَكَتِهَا

“Ketika Rasulullah Saw sakit beliau membaca Surat al-Falaq dan an-Nas, beliau lalu meniupnya. Jika semakin parah, maka saya membacakannya dan saya usap tangan beliau, untuk mengharap berkahnya” (HR al-Bukhari No 5016).

Baca juga: Perbedaan Pendapat Imam Malik & Imam Syafi’i Tentang Rezeki

Diriwayatkan Asma’ binti Abu Bakar berkata:

“Jubah ini (pada mulanya) dipegang oleh Aisyah sampai ia wafat. Setelah wafat saya ambil jubah tersebut. Rasulullah Saw memakai jubah ini. Kami membasuhnya untuk orang-orang yang sakit, kami mengharap kesembuhan melalui jubah tersebut”. (HR. Abu Dawud, Muslim dan al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad)

Dari sebuah hadis sahih ketika Rasulullah Saw memamah kurma yang kemudian diberikan kepada anak yang baru lahir, Imam Nawawi berkata: “Para ulama sepakat disunahkannya memamah makanan. Dan dianjurkan yang memamah tadi adalah orang shaleh dan orang-orang yang diharapkan berkahnya, laki-laki atau wanita” (Syarah Sahih Muslim 14/122).

Baca juga: Syarat Sukses Meraih Surga Bagi Orang-Orang Yang Beriman

Ad-Dumairi dalam kitabnya Hayatul Hayawan al-Kubra (1/100-101) meriwayatkan bahwa Imam Syafii juga mengambil berkah dari air basuhan jubah Imam Ahmad bin Hanbal. 

Melihat beberapa dalil di atas yang tentunya masih ada banyak dalil lainnya yang menjelaskan tentang mencari berkah, maka dapat disimpulkan bahwa diperbolehkan mencari berkah kepada orang-orang shaleh atau dari segala sesuatu yang berhubungan darinya. Dengan catatan hal mencari berkah tersebut semata-mata dilakukan yang tujuannya untuk Allah serta mengharap ridho Allah.

Tinggalkan Balasan