kyai musyaffa

Kyai Musyaffa’, Santri Pendiam yang Suka Riyadhoh

Kyai Musyaffa yang selama nyantri di Kedonglo senang riyadhoh, kemudian dikenal sebagai seorang kyai yang ampuh dan keramat di daerah asalnya, Kaliwungu Kendal.

Bersarung, berpeci dan tinggal di lingkungan pondok pesantren. Itulah sekilas gambaran tentang santri, seseorang yang haus akan ilmu agama sebagai bekal hidup di dunia hingga akhirat. Mereka rela meninggal segala kesenangan, jauh dari keluarga dan orang tua.

Meski begitu bukan berarti santri itu adalah seseorang yang kurang pergaulan, karena dibalik kesederhanaan yang ada pada santri justru tersimpan banyak kelebihan, yang tak banyak dimiliki orang-orang pada umumnya.

Ada sebuah kisah menarik dari salah satu santri yang pernah menuntut ilmu di Pondok Pesantren Kedonglo, Kediri yang diasuh oleh Mbah Yai Ma’roef. Dikisahkan kala itu Mbah Yai Ma’roef memiliki beberapa santri yang diantara santri beliau ada salah satu santri yang sangat pendiam. Dibalik diamnya santri Mbah Yai Mar’roef tersebut, ternyata Dia sangat suka riyadhoh atau melatih diri untuk mendekatkan diri kepada Allah. Biasanya santri Mbah Yai Ma’roef itu melakukan riyadhohnya dengan menyendiri di dalam masjid untuk berdzikir.

Baca juga:

Mengetahui ada salah satu santrinya yang suka riyadhoh, maka Mbah Yai Ma’roef berniat menguji santrinya tersebut, untuk mengetahui seberapa kuat santrinya tersebut mampu riyadhoh. Saat itu bertepatan dengan perayaan kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus-an, yang artinya akan ada banyak pertunjukkan yang diadakan di Kota Kediri. Mbah Yai Mar’roef kemudian memerintahkan seluruh santri untuk menyaksikan aneka pertunjukan yang digelar di kota.

Mendapat perintah dari Mbah Yai Ma’roef, para santri Beliau pun menyambutnya dengan rasa senang. Semua santri segera meninggalkan pondok menuju kota untuk menyaksikan pertunjukkan yang diadakan disana. Seketika pondok yang biasanya ramai oleh para santri berubah menjadi sepi seperti tak berpenghuni. Dengan membawa tongkat, Mbah Yai Mar’roef kemudian memutuskan untuk berkeliling pondok untuk memeriksa keadaan pondok, memeriksa setiap kamar memastikan tidak ada santri yang tertinggal.

Setelah memastikan tidak ada satu santri pun di kamar, Mbah Yai Ma’roef kemudian menuju masjid dan setelah masuk masjid Beliau melihat di salah satu sudut masjid, ada salah satu santri yang sedang duduk i’tikaf.

“Wal… wal… wal…, siapa ini.??? wal…  wal… wal…, disuruh melihat perayaan kok malah disini, siapa kamu???”. Tanya Mbah Yai Ma’roef memastikan siapa sebenarnya santrinya tersebut.

“Saya Musyaffa’ Kyai”. Jawabnya.

“Wal..wal..wal.., disuruh nonton perayaan kok malah wiridan seperti wali.” Ampuh bener kamu. Ucap Mbah Yai Ma’roef kepada santrinya yang bernama Musyaffa itu.

Bagaikan sebuah do’a, spontan Musyaffa’ mengucapkan “Amiin..Amiin.., Kyai”.

Dan benar saja sepulang nyantri pada Mbah Yai ma’roef Kedonglo. Kyai Musyaffa yang selama nyantri di Kedonglo senang riyadhoh, kemudian dikenal sebagai seorang kyai yang ampuh dan keramat di daerah asalnya, Kaliwungu Kendal. Bahkan menurut cerita yang banyak beredar di masyarakat. Karena berpengaruhnya Kyai Musyaffa’, seluruh pejabat daerah setempat tidak berani ke kantor sebelum mengikuti pengajian Kyai Musyaffa’ yang dilaksanakan setiap pagi.

Baca juga:

Begitulah bukti kehebatan Mbah Yai Ma’roef yang juga mahsyur dengan keampuhan do’anya. Selain sebagai pengasuh Pondok Kedunglo, pada saat itu Beliau juga menjadi guru tunggal. Semua santri dididik langsung oleh Mbah Yai Ma’roef, Maka sangatlah wajar jika kemudian santri yang pernah menuntut ilmu kepada Beliau menjadi orang-orang alim, ampuh, dan berpengaruh di daerahnya masing-masing.

Tinggalkan Balasan