KH Maimoen Zubair & Mobil yang Sering Mogok

Siapa yang tak kenal dengan KH Maimoen Zubair atau lebih dikenal dengan sapaan Mbah Moen. Beliau adalah putra pertama dari Kyai Zubair yang lahir di Karangmangu Sarang Rembang Jawa Tengah hari Kamis Legi bulan Sya’ban tahun 1347 H atau 1348H atau 28 Oktober 1928.

Mbah Moen banyak meneladani sifat ayahnya yang tegas dan teguh, sedangan rasa kasih sayang dan kedermawanannya beliau meneladani dari sifat kakeknya yang dulu memang dikenal sangat dermawan dan senang menebar kasih sayang kepada sesama.

Baca juga: Riwayat Hidup Ibnu Hajar al-‘Asqalani

Terlapas dari semua itu ada sebuah kisah tentang karomah Mbah Moen yang di ceritakan oleh Kyai Sukron Ketangi Pasuruan (santri Mbah Moen pada tahun 1960-an, saat santri Mbah moen masih berjumlah kurang lebih 100 santri).

“Mbah Moen iku Kyai Sarang Sing Paling Melarat (Mbah Moen itu kyai Sarang yang paling miskin)..”
Dawuh Kyai Sukron ketika cerita tentang Mbah Moen yang pernah tidak punya apa-apa untuk dimakan esok hari. Bahkan Kyai Sukron sampai menangis mendengar Mbah Moen berkata seperti itu kepadanya.

Maka Kyai Sukron mempunyai ide untuk mengajak teman-temannya sesama santri untuk urunan atau patungan membeli bahan makanan agar Mbah Moen esok hari ada yang di makan.

Kyai Sukron melanjutkan ceritanya. Dulu Mbah Moen pernah main ke Pasuruan naik mobil, padahal mobil itu sering rusak dan sudah tak layak untuk perjalanan jauh, tapi nyatanya Mbah Moen bisa sampai ke Pasuruan.

Baca juga: Riwayat Hidup Ibnu Hajar al-‘Asqalani

Namun sepulang dari pasuruan, karena khawatir mobil yang digunakan Mbah Moen akan mogok di tengah jalan maka sopir Mbah Moen memutuskan untuk berhenti di sebuah bengkel untuk mengecek mobil milik Mbah Moen. Ketika tukang bengkel mengecek mobil tersebut, tukang bengkel langsung kaget dan bertanya “Ini mobil siapa??” sang sopir langsung menjawab “Ini mobilnya Mbah Moen, memangnya kenapa pak.??” Tukang bengkel lalu menjawab sambil menunjuk tempat saluran bensin ,” itu selang (saluran) bensinnya tidak sambung atau tidak terpasang, kenapa mobilnya bisa berjalan? Supir Mbah Moen  juga malah ikut binggung kenapa bisa seperti itu.

Karena itu jugalah yang membuat Kyai Sukron semakin yakin bahwa Mbah Moen bukanlah orang sembarangan, bahkan saking yakinnya, ke 4 putri Kyai Sukron di npondokkan kepada Mbah Moen. Dan Semua menantunya juga merupakan santrinya Mbah Moen.

Sumber: bangkitmedia.com

Tinggalkan Balasan

WhatsApp chat