Kejujuran Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Membuat Perampok Menangis

 

Di kalangan kaum Muslimin Syekh Abdul Qadir Al-Jailani tumbuh menjadi seseorang yang memiliki nama besar di dunia Islam.

Secara umum Syekh Abdul Qadir diakui telah membawa pengaruh besar bagi agama Islam, yang darinya lah tercermin keserasian yaitu keserasian syariat (ajaran agama) dan tariqat (spiritualisme).

Syekh Abdul Qadir lahir pada 1 Ramadan 470 H dari keluarga laki-laki yang saleh asal Gilan, Iran. Ayahnya, Abu Swaleh, merupakan pribadi yang amat baik, menikah dengan seorang perempuan bernama Fatima yang sama baiknya, putra Sayyid Abdullah Saumai, seorang alim pada masa itu.
Sudah sedari dalam kandungan Syekh Abdul Qadir memiliki sebuah keistimewaan, karena Beliau dilahirkan justru saat ibunya telah berusia tak muda lagi, tepatnya saat itu ibunda Syekh Abdul Qadir telah berusia 60 tahun.

Baca juga: Resep Menjadi Kaya Dengan Sedekah

Tentu saja kelahiran Syekh Abdu Qadir kala itu menjadi sebuah berkah tersendiri dari Tuhan untuk keluarganya terutama sang ibunda Syekh Abdul Qadir yang telah berusia 60 tahun. Dikisahkan pula jika semasa Syekh Abdul Qadir masih bayi Beliau tak pernah menyusu pada siang hari selama Bulan Ramadan.

Tak hanya itu, keistimewaan lain juga telah terlihat saat Syekh Abdul Qadir, dimana sejak kecil Beliau dikenal sebagai seorang anak yang jujur.

Dikisahkan, saat Syekh Abdul Qadir masih kecil, yang saat itu Beliau sedang duduk berdiam diri di suatu sudut, secara bersamaan Beliau didatangi perampok yang kemudian bertanya kepada Syekh Abdul Qadir. Mereka bertanya, “Apakah ada sesuatu padamu?” tanya si perampok. Karena dikenal jujur maka Syekh Abdul Qadir pun menjawab “Ya, saya memiliki 40 dinar,”.

Perampok itupun segera mengeledah Syekh Abdul Qadir kecil. Namun ternyata setelah mengeledah, mereka tak juga menemukan apapun.

Katamu kau memiliki 40 dinar?” tanya pemimpin perampok itu.” “Ya,” jawab Syekh Abdul Qadir tegas. Menegaskan bahwa Beliau memang memiliki 40 dinar tersebut.
“Mana dia?” tanya perampok itu. Maka dengan seketika Syekh Abdul Qadir merogoh bagian jaketnya dan mengeluarkan 40 dinar.

Melihat apa yang dilakukan Syekh Abdul Qadir membuat para perampok pun tercengang.
Perampok itu pun bertanya kepada Syekh Abdul Qadir “Mengapa engkau tunjukkan hartamu yang berharga itu? Jika tak kau tunjukkan, tak seorang pun yang akan mencurigaimu.

Baca juga: Gus Miek Berkata Kepada Gus Dur “NU Bakal Kena Fitnah”

“Saya diberitahu oleh ibu saya agar jangan sekali-kali berbohong,” jawab Syekh Abdul Qadir.
Mendengar jawaban dari Syekh Abdul Qadir, perampok itu pun merasa sangat tersentuh dengan kejujurannya bahkan sampai meneteskan air mata hingga akhirnya perampok itu memutuskan untuk mengembalikan semua harta milik Abdul Qadir.

Itulah sebagai bukti kejujuran Syekh Abdul Qadir. Selama Hidup Beliau memilih menjalani hidup sederhana, saleh, dan teratur. Hari-harinya dimanfaatkan dengan berkhotbah tentang prinsip-prinsip sejati Islam, sedangkan pada malam harinya ia berdoa dan bermeditasi.
Hidup Syekh Abdul Qadir merupakan contoh sederhana dan jujur, yang tidak mementingkan diri sendiri.

Tinggalkan Balasan