Gus Miek Berkata Kepada Gus Dur “NU Bakal Kena Fitnah”

KH. Abdurrahman Wahid atau biasa disapa dengan Gus Dur tentu sudah tak asing lagi di telinga kita, terlebih beliau pernah menjabat sebagai Presiden ke-4 Republik Indonesia.

Sebagai cucu pendiri organisasi Islam terbesar di dunia, Gus Dur juga dikenal sebagai sosok yang sangat menghargai keberagaman, sehingga menjadikan beliau sosok yang humanis yang bukan hanya milik umat Islam saja.

Terlepas dari semua itu, Gus Dur juga sangat akrab sekaligus menaruh hormat kepada KH. Hamim Tohari Djazuli atau atau akrab dengan panggilan Gus Miek, yang mana beliau merupakan putra KH. Jazuli Utsman (seorang ulama sufi dan ahli tarikat pendiri pon-pes Al Falah mojo Kediri).

Baca juga: Bakti Sosial Komunitas Tali Kasih Jombang Bersama Anak Asuh Yayasan Al-Ahsan Peduli Indonesia

Bisa dikatakan Gus Miek adalah pejuang agama yang tangguh dan memiliki kemampuan yang terkadang sulit dijangkau akal. Selain menjadi pejuang Islam yang gigih, dan pengikut hukum agama yang setia dan patuh, Gus Miek memiliki spritualitas atau derajat kerohanian yang memperkaya sikap, taat, dan patuh terhadap Tuhan.

Dikisahkan suatu ketika di beranda langgar area makam auliya Tambak, Gus Miek pernah berkata kepada Gus Dur. Gus, sampean itu paku buminya NU. Kelak sepeninggal sampean, NU bakal kena fitnah,” kata Gus Miek.

Gus Dur kemudian balik bertanya kepada Gus Miek. “Kenapa bisa begitu Gus, apakah sudah tidak ada lagi para masyayikh yang menjaga NU?”

Baca juga: Raih Berkah Ramadhan, KUDA-KLUB Jatim Buka Bareng Santri Al-Ahsan

Gus Miek memberikan jawaban, “Bukan karena itu, tapi itu disebabkan dunia sudah ada di atas kepala warga NU dan banyak orang bodoh yang mencabik NU,”

Selanjutnya Gus Dur dan Gus Miek berdo’a bersama dengan sesekali sesenggukan menahan tangis. Hingga setelah selesai memanjatkan do’a, wajah Gus Miek justru berubah dari sebelumya, wajah beliau terlihat begitu sumringah, kemudian Gus Miek berkata kepada Gus Dur, “fitnah itu hanya seumur jagung” dengan disambut tawa lepas oleh Gus Dur.

Tinggalkan Balasan

WhatsApp chat