- Uncategorized

Gisella! Iklan Sirup Membuatku Masuk Islam

فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ ۖ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (Qs. Al-An’am: 125)

Hidayah tidak dapat dibeli, tapi hidayah merupakan nikmat yang datangnya dari Allah SWT yang hanya dianugerahkan kepada hamba-Nya yang dikehendaki-Nya. Dan dari hidayah dari Allah itulah yang kemudian dapat menuntun seseorang ke arah jalan kebenaran.

Manusia menjadi satu diantara makhluk Allah lainnya yang sangat bergantung pada penciptanya. Apa pun yang diusahakan atau diupayakan manusia jika Allah belum menghendakinya maka juga tak akan terlaksana. Itulah sebagai bukti bahwa manusia hanyalah makhluk yang sangat lemah.

Namun sebaliknya segala sesuatunya dapat terjadi sekalipun manusia sebenarnya belum atau bahkan tak menginginkannya, termasuk memberikan hidayah kepada hamba-Nya. Allah dapat memberikan hidayah lewat jalan mana saja bahkan dari sesuatu yang sangat sederhana, yang mungkin tak pernah dipikirkan oleh manusia.

Maka marilah saling berprasangka dan berbuat baik kepada sesama, karena saat ini orang yang terlihat buruk di mata kita belum tentu selamanya akan buruk, bisa jadi sebaliknya mereka akan menjadi seorang hamba yang baik, taat karena Allah telah menurunkan hidayah kepadanya.

Begitu jugalah yang terjadi pada seorang wanita yang bernama Gisella ini, seorang gadis asal bandung yang akhirnya memutuskan memeluk agama Islam beberapa tahun yang lalu.

Gisella masih ingat betul bagaimana awal mula ia tertarik dengan agama Islam, saat itu Gisella sering melihat iklan sirup di televisi, dimana dalam iklan sirup tersebut menggambarkan sebuah keluarga yang sedang menjalani puasa, mulai dari berbuka puasa, sahur, dan juga menggambarkan keceriaan saat hari lebaran.

Dari iklan itulah, kemudian Gisella begitu sangat tertarik untuk mengetahui agama Islam. Meskipun awalnya ia mendapat pertentangan dari keluarga, namun semua itu tak menyurutkan tekadnya untuk terus belajar agama Islam sampai detik ini.
Bahkan saat ini Gisella sangat aktif mengikuti kajian-kajian Islam yang ada di Bandung, dan sekitarnya.

Dan baginya, hidayah itu bisa datang dari mana, dan lewat apa saja, namun terkadang kita sama sekali tak menyadari bahwa hidayah Allah itu sangat dekat.

admin

admin

admin

Tinggalkan Balasan