Demi Menuntut Ilmu, Imam Baqi Pura-pura Jadi pengemis

Tak ada yang tahu siapa Dia sebenarnya. Dengan memakai tongkat, pakaian lusuh, kusam dan jalan pincang, Dia tak lebih hanyalah seorang pengemis yang mengharap belas kasih dari orang-orang disekitarnya. Padahal dibalik tampilan lahiriyahnya tak lain Dia adalah seorang penuntut ilmu yang dikemudian hari menjadi seorang ulama besar di Andalusia (saat ini Spanyol).

Dikisahkan Imam Baqi bin Mikhlad mempunyai keinginan besar untuk belajar kepada Imam Ahmad. Dengan hanya berjalan kaki, Beliau dari Eropa menyeberangi Laut Tengah menuju Afrika, kemudian melanjutkan perjalanan panjang ke Baghdad, Irak, tempat tinggal Imam Ahmad. 

Sesampainya di Baghdad, Imam Baqi justru mendapat kabar buruk dimana Imam Ahmad difitnah hingga dikucilkan.  Saat itu Imam Ahmad dilarang mengumpulkan para penuntut ilmu karena khalifah yang berkuasa saat itu jauh dari jalan Islam dengan menganggap Imam Ahmad menentang paham yang dianut kekhalifahan.

Baca juga: Mbah Kyai Dalhar Watucongol, 25 tahun Belajar di Makkah

Namun ternyata kabar buruk itu tak mengubah niat Imam Baqi untuk belajar pada Imam Ahmad. Beliau pun tetap mencari rumah Imam Ahmad dan sesampainya disana Beliau segera mengutarakan maksud kedatangannya “Wahai Abu Abdullah, saya seorang yang datang dari jauh, pencari hadits dan penulis sunah. Saya datang ke sini pun untuk melakukan itu,” ujar Baqi antusias.

Setelah berbincang tentang asal Imam Baqi. Imam Ahmad kemudian menegaskan bahwa sedang difitnah sehingga dilarang mengajar, “saat ini saya tengah difitnah dan dilarang mengajar”.

Mendengar hal itu, Imam Baqi tak putus asa. Beliau menawarkan kepada Imam Ahmad jika diizinkan Beliau akan mengenakan pakaian pengemis sehingga tak akan seorang yang mengenali Beliau saat belajar kepada Imam Ahmad. “Saya akan berpura-pura meminta sedekah dan bantuan Anda setiap hari. Maka masukkanlah saya ke rumah dan berilah saya pengajaran meski hanya satu hadis,” pinta Imam Baqi.

Baca juga: Kejujuran Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Membuat Perampok Menangis

Imam Ahmad menyanggupi tawaran Imam Baqi, disambut rasa bahagia Imam Baqi karena bisa belajar langsung pada Imam Ahmad. Imam Baqi mulai menjalankan rencananya. Beliau mengambil sebuah tongkat, membalut kepala dengan kain, berpakaian compang-camping dan lusuh, sedangkan dibalik baju Beliau telah tersimpan buku dan alat tulis untuk mencatat setiap ilmu yang disampaikan Imam Ahmad kepada Beliau.

“Bersedekahlah kepada orang miskin agar mendapat balasan pahala dari Allah,”. Jika mendengarnya perkataan seperti itu, maka Imam Ahmad akan segera membukakan pintu dan memasukkan Imam Baqi ke dalam rumahnya. Demikian aktivitas itu dilakukan setiap hari oleh Imam Baqi dan Imam Ahmad. Yang darinya Imam Baqi mampu mengumpulkan 300 hadis dari Imam Ahmad.

Hingga masa jabatan kekhalifahan berganti. Diiringi dengan diperbolehkannya Imam Ahmad melakukan aktivitas seperti sedia kala. Kajiannya dibuka, para penuntut ilmu berbondong-bondong datang berguru pada Imam Ahmad.

Sejak saat itu nama Imam Ahmad kian tersohor ke penjuru negeri. Banyak yang menuntut ilmu kepada Beliau. Jika Imam Ahmad membuka majelis kemudian melihat Imam Baqi, maka Imam Ahmad akan segera memanggilnya. Imam Ahmad akan meminta Baqi untuk duduk di samping Beliau dan berkata “Inilah orang yang benar-benar menyandang gelar penuntut ilmu,”. Sang Imam pun mengisahkan pengalaman Baqi yang menyamar menjadi pengemis demi mendengar satu hadis. Karena kegigihanya dalam menuntut ilmu serta kedekatannya dengan Imam Ahmad, maka kemudian Imam baqi menjadi seorang ulama besar dan terkenal dari kawasan Andalusia.

Tinggalkan Balasan