Demi Menjaga Kehormatan, Seorang Ulama Pura-pura Tuli

Dia adalah Hatim Al-Asham. Ada sebuah kisah inspiratif dari nama yang di sandangnya “Al-Asham” yang berarti tuli. 

Sebenarnya Hatim Al-Asham tidaklah tuli, hinnga suatu ketika datanglah seorang wanita yang ingin bertemu dengan Hatim. Tak lain kedatangan wanita tersebut untuk menanyakan sesuatu kepada Hatim.

Setelah bertemu dengan Hatim, maka wanita itu pun mulai mengajukan pertanyaan, namun sungguh tak disangkah saat wanita itu melontarkan pertanyaan tepat dihadapan Hatim, bersamaan dengan itu Ia tak mampu menahan buang angin.

Baca juga: Teruslah Berdo’a dikala Susah Maupun Senang

Maka terdengarlah suara kentut dari wanita itu dengan sangat keras. Merasa buang angin dengan bunyi keras, wanita itu mulai salah tingkah dan merasa malu, karena Ia yakin Hatim mendengar kentutnya, dan rasanya sangat tidak mungkin jika Hatim tak mendengarnya.

Tiba-tiba Hatim berteriak sangat keras, dengan berkata ” Tolong bicara yang keras! Saya tuli”.

Wanita itu menjadi kebingunngan sebenarnya apa yang terjadi, tapi lagi-lagi Ia dikegetkan dengan teriakan Hatim, ” Hai, keraskanlah suaramu, aku tidak mendengar apa yang kamu bicarakan,”.

Namun karena teriakan Hatim itulah, wanita itu justru merasa sangat lega, karena Ia menduga Hatim memang tuli dan tidak mendengar suara kentutnya. Suasana pun kembali seperti semula, hingga wanita itu kembali mengulang pertanyaannya. 

Baca juga: Kesederhanaan Kyai Sahal “Kyai Kok Nggak Meyakinkan”

Sejak kejadian itulah Hatim mendadak menjadi seorang “ulama tuli”. Hatim tidak benar-benar tuli, melainkan Dia hanya pura-pura tuli. Tak lain semua itu Hatim lakukan  untuk menjaga perasaan dan kehormatan wanita yang bertamu padanya.

Hatim terus berpura-pura tuli , setidaknya selama 15 tahun, selama wanita itu masih hidup. Hatim Al-Asham wafat di Baghdad, Irak pada tahun 852 M .

Tinggalkan Balasan