aqidatul awam

Aqidatul Awam, Kitab Tauhid dalam Bentuk Syair

Mengenal kitab Aqidatul Awam, kitab tauhid berbentuk syair yang mudah dihafal dan dipelajari

Dalam lembaga pendidikan berbasis Islam, terutama di pondok-pondok pesantren yang tersebar diberbagai daerah di Indonesia salah satu pelajaran yang wajib dipelajari oleh para pelajar adalah ilmu tauhid. Dianggap wajib karena mempelajari ilmu tauhid merupakan sesuatu yang sangat penting dalam Islam, yakni iman atau disebut dengan ilmu aqidah.

Secara istilah, aqidah bisa diartikan sebuah keteguhan iman tanpa ada keraguan sedikitpun di dalamnya. Aqidah memiliki pengertian yang luas dan memang butuh waktu untuk mempelajarinya hingga benar-benar paham. Meski begitu sebagai umat Islam yang sungguh-sungguh beriman, sudah sepantasnya untuk sedikit demi sedikit mempelajari aqidah dengan benar, seperti mempelajari kitab Aqidatu Awam.

Baca juga: 

Kyai Nafihuzzuha: 8 Pokok Bimbingan Sholawat Wahidiyah

Tanda Orang yang Cinta Kepada Beliau Rasulillah SAW

Tak lain kitab Aqidatul Awam merupakan kitab tentang ilmu tauhid yang dikemas dalam bentuk syair yang mudah dipelajari dan mudah untuk dihafalkan. Bagi para pelajar yang menempuh pendidikan berbasis Islam, terlebih di pondok pesantren tentu sudah tak asing lagi dengan kitab Aqidatul Awam, karena hampir setiap pesantren menggunakan kitab ini.

Sesuai dengan namanya ‘Aqidatul Awam’, kitab ini memang diperuntukkan bagi orang-orang awam untuk mengenal tauhid, khususnya bagi pelajar tingkat permulaan (dasar). Karena itu, isi dari kitab ini sangat cocok dan penting untuk dipelajari setiap umat Islam. Terlebih bagi mereka yang baru pertama mengenal Islam.

Kitab Aqidatul Awan dikarang oleh seorang ulama asal mesir yaitu al-Allamah Ahmad bin Muhammad Ramadhan bin Manshur al-Makki al Marzuqi al Maliki al Husaini al-Hasani atau lebih dikenal dengan Syekh Ahmad al-Marzuqi

Syekh Ahmad al-Marzuqi merupakan ulama kelahiran mesir Mesir tahun 1205 H/1791 M. Sebelumnya Beliau menuntut ilmu di Makkah, hingga kemudian Beliau menjadi pengajar dan karena keluasan ilmu yang dimilikinya, Syekh Ahmad al-Marzuqi dianggat menjadi salah seorang Mufti  Mazhab Maliki di Makkah.

Selain dikenal dengan kitab-kitab karangannya yang masih terus dikaji hingga saat ini , sebagai seseorang yang cinta akan ilmu, semasa hidupnya Syekh Ahmad al-Marzuqi juga dikenal sangat zuhud dan taqwa.

Ada sebuah kejadian menakjubnya sebelum terciptanya nadzam Aqidatul Awam. Dikisahkan sang pengarang, Syekh Ahmad al-Marzuqi dalam mimpinya melihat Rasulallah SAW bersama dengan para sahabat berdiri mengelilingginya.

Masih dalam mimpinya, Rasulallah SAW kemudian berkata kepada Syekh Ahmad al-Marzuqi: Bacalah Sebuah Syair tentang ilmu tauhid, siapa yang menghafalnya maka ia akan masuk surga, dan tercapai apa yang diinginkannya dengan kebaikan sesuai Al-Quran dan Hadits”.

Syair seperti apa Wahai Rasulallah? Tanya Syekh Ahmad al-Marzuqi kepada Rasulallah SAW.

Para sahabat yang ikut hadir dalam mimpi Syekh Ahmad al-Marzuqi kemudian berkata: “Dengarkanlah apa yang diucapkan oleh Rasulallah SAW!”

Saat itulah Rasulallah SAW mulai membacakan syair dari:

أَبْدُ بِاسْمِ الله وَالرَّحْمنِ

sampai akhir bait

وَصُحُفُ الْخَلِيْلِ وَالْكَلِيْمِ # فِيْهَا كَلَامُ الْحَكَمِ الْعَلِيْمِ

yang kemudian langsung ditirukan oleh Syekh Ahmad al-Marzuqi sampai selesai.

Ketika bangun dari tidurnya, Syekh Ahmad al-Marzuqi mencoba untuk membaca kembali syair yang didapatkannya dari Rasulallah SAW dalam mimpinya, Seketika Beliau dapat menghafal syair tersebut dalam keadaan utuh dari awal bait akhir.

Untuk kedua kalinya Syekh Ahmad al-Marzuqi bermimpi betemu dengan Rasulallah SAW bersama dengan para sahabat. Dalam mimpinya Rasulallah meminta Beliau untuk membacakan syair yang telah diajarkan oleh Rasulallah SAW.

Baca juga:

Nasehat Mbah Moen: Mintalah 4 Hal Kepada Allah

Meneladani KH. Abdul Madjid Ma’roef “Muallif Sholawat Wahidiyah”

Syekh Ahmad al-Marzuqi mulai membaca bait demi bait syair yang telah diajarkan Rasulallah SAW kepadanya, diikuti ucapan “آمين” oleh para sahabat di setiap akhir baitnya.

Seusai membacakan syair, Rasulallah SAW berkata kepada Syekh Ahmad al-Marzuqi: “Allah telah memberikan taufik kepadamu pada keridhaanya, dan menerima nadzam itu, memberkahimu dan orang-orang mukmin, dan para hamba Allah SWT dapat memanfaatkannya, Amiin”.

Setelah mengalami kejadian tersebut, Syekh Ahmad al-Marzuqi mulai ditanya orang-orang tentang syair tersebut, Beliau pun menjawab sekaligus menambahnya dengan syair:

وَكُلُّ مَا أَتَى بِهِ الرَّسُوْلُ # فَحَقُّهُ التَّسْلِيْمُ وَالْقَبُوْلُ

hingga bai akhir kitab Aqidatul Awam:

أبْيَاتُهَا ( مَـيْـزٌ ) بِـعَدِّ الْجُمَّل # تَارِيْخُها ( لِيْ حَيُّ غُرٍّ ) جُمَّلِ
سَـمَّـيْـتُـهَا عَـقِـيْدَةَ الْـعَوَام # مِـنْ وَاجِبٍ فِي الدِّيْنِ بِالتَم

Itulah awal mula Syekh Ahmad al-marzuqi mengarang kitab Aqidatul Awam. Sebelumnya nadzam Aqidatul Awam berjumlah 26 bait sesuai dengan syair yang didapatkan Beliau dari mimpinya bertemu dengan Rasulallah SAW. Namun karena kecinta Syekh Ahmad al-Marzuqi yang begitu besar kepada Rasulallah SAW, maka sebagai kecintaannya Beliau menambahkan 31 bait lagi, sehingga jumlah keseluruhan nadzam Aqidatul Awam berjumlah 57 bait.

Selain Aqidatul Awam, Syekh Ahmad al-Marzuqi juga memiliki karangan kitab lainya yang berbentuk nadzam (syair) yaitu Mandhumah Ilmi Falak dan Mandhumah Ishmat al-Anbiya. Pada tahun 1281 H Syekh Ahmad al-Marzuqi wafat kemudian dimakamkan di Jannatul Mu’alla Makkah.

Tinggalkan Balasan