Apa Hukum Menghajikan Orang Tua Oleh Anak yang Belum Berhaji?

 

Oleh: Ustadz Khoirum Muslimin, S.H.*

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Sebagai seorang anak saya ingin sekali menghajikan orang tua. Namun disisi lain saya sendiri juga belum melaksanakan ibadah Haji. Yang ingin saya tanyakan sebenarnya apa hukum menghajikan orang tua oleh seorang anak yang belum Haji?

Ahmad, Jateng

Waalaikumsalam Wr. Wb

Jawaban

Rukun Islam yang kelima adalah Haji yang merupakan ibadah wajib bagi umat Islam yang mampu melaksanakannya, baik secara fisik maupun keuangannya.

Saat ini banyak sekali seorang anak yang sebenarnya telah mampu untuk melaksanakan Ibadah Haji, tapi di sisi lain, orang tuanya belum melaksanakan Haji sehingga anak tersebut memilih untuk menghajikan orang tuanya terlebih dahulu.

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali Imran: 97)

Menjawab pertanyaan di atas, ada salah satu kaidah Ushul Fikih yang berbunyi:

اَلْإِيثَارُ فِي الْقُرْبِ مَكْرُوهٌ 
Artinya, “Mendahulukan pihak lain dalam persoalan ibadah adalah makruh.

Dari kaidah tersebut sangat jelas jika mendahulukan orang lain dalam persolan ibadah hukumnya adalah makruh atau lebih baik untuk dihindari. Karena baik anak, bapak, ibu, saudara, atau umat Islam lainnya semuanya tetap berkewajiban melaksanakan Haji jika mampu.

Baca juga: Pawai Ta’aruf & Peringatan Hari Jadi TPQ Al-Ahsan 2 Karangan

Baca juga: Batalkah Puasa Orang Yang Di Suntik?

Sedangkan berbakti kepada kedua orang tua dan membantunya untuk melaksanakan yang wajib adalah amal yang disyariatkan sesuai kemampuan. Maka bagi anak, wajib melaksanakan haji untuk diri sendiri terlebih dahulu, jika dananya tidak cukup untuk memberangkatkan haji secara bersama-sama, barulah kemudian bisa membantu orang tuanya melaksanakan Haji,

Karena itu, para ulama mengatakan, dahulukan kewajiban pribadi, sebelum membantu orang lain melaksanakan kewajibannya.

Meski begitu, tetap boleh seandainya ada seorang anak yang mendahulukan Haji orang tuanya, sekaligus status hajinya tetap sah tetapi makruh.

Demikian jawaban dari kami. Semoga bermanfaat dan bisa dipahami dengan baik.

*Ustadz Pondok Al-Ahsan Karangan, bareng, Jombang.

Tinggalkan Balasan

WhatsApp chat